Wajibkah membayar zakat bagi pengusaha yang merugi?

Bagi pengusaha yang masih kebingungan dengan masalah zakat, Anda berada dalam tempat yang tepat karena kali ini kita akan membahas bagaimana bayar zakat bagi suatu usaha.

Mengutip dari Kompas, menurut ulama Fiqh, syarat mengeluarkan zakat adalah jika tercapainya nishab dari zakat meskipun sedang dalam keadaan merugi. Adapun, nishab zakat perdagangan adalah jika pendapatan suatu usaha telah mencapai nishab 85 gram emas selama setahun, maka wajib zakatnya sebesar 2.5 persen.

Di dalam zakat perdagangan berupa produk, perhitungannya ditotal dari modal dan keuntungannya. Akan tetapi, kalau usaha Anda bergerak di bidang jasa, yang ditunaikan zakatnya adalah keuntungan atau pendapatannya saja.

Masih mengutip dari Kompas, menurut Dr. Yusuf Qardhawi, modal dagang yang diwajibkan adalah modal berupa kekayaan cair atau bergerak, sedangkan bangunan dan perabot tak bergerak yang terdapat di dalam toko dan tidak diperjualbelikan serta tidak bergerak, tidak termasuk yang dihitung harganya dan tidak dikeluarkan zakatnya. Para ulama Fiqh menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan barang dagang adalah barang yang diperjualbelikan dengan maksud mencari keuntungan.

Kesimpulannya, zakat diwajibkan bagi suatu usaha yang telah tercapai nishab zakatnya sebesar 85 gram emas walau sedang merugi sekalipun. Sebab, ukuran dari zakat adalah nishabnya, bukan keuntungan atau kerugian yang didapat dari usaha yang dijalankan.

Semoga bermanfaat.

Baca juga info lainnya:

Follow twittter kami: